Introduction
1.1 Prologue
Manusia berperan penting di dalam sistem ekonomi social. Sebagai contoh,mereka mengembangkan peralatan,mesin,objek dan stasiun kerja. Kebanyakan hal-hal yang kita gunakan didalam kehidupan sehari-hari adalah hasil cipta manusia dan kita jugalah yang menggunakan barang tersebut dan berusaha menjaganya. Faktor ergonomic atau manusia (istilah di AS) adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang berhadapan dengan interaksi orang-orang dan obyek yang mereka gunakan. Dalam beberapa kasus, manusia membenarkan pemborosan yang mungkin terjadi pada suatu alat perhubungan. Yaitu ketika efek keadaan yang memburuk maka seseorang sadar akan masalah dan berusaha mengatasinya. Efek-efek tersebut timbul dengan cepat sebagai single-incident trauma. Contoh seorang pekerja produksi bisa terluka ibu jarinya ketika membuka kardus yang diletakkan di bangku yang sulit dilihat. Alat gunting kebun yang kita gunakan dengan lapisan tipis pada tangan lama-lama akan mengakibatkan tangan kita melepuh, adalah suatu contoh permasalahan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan dapat berpengaruh pada efisiensi produksi.
1.2 Assumptions
Ergonomic membagi beberapa asumsi ketika berfokus pada fungsi system human-object. Asumsi itu telah ditunjukkan melalui percobaan dan penerapan studi. Salah satu asumsi bahwa kita dapat menghubungkan sistem efisiensi antara orang-objek berfungsi didalam sistem itu. Karenanya jika orang-orang tidak bisa berfungsi secara efektif didalam suatu system, maka hasil dari system itu bisa menurun. Asumsi lain yang berhubungan dengan motivasi,dimana negara dengan orang-orang yang bermotivasi akan lebih baik.
1.3 Costs of ignoring ergonomics
Pengalaman menunjukkan bahwa ada beberapa kemungkinan buruk yang bisa kita perkirakan jika design ergonomic itu diabaikan :
1.lebih sedikit keluaran produksi
2.kehilangan kesempatan yang ditinggalkan
3.biaya-biaya medis tinggi
4.biaya bahan tinggi
5.ketidakhadiran yang ditingkatkan
6.mutu bekerja rendah
7.kerugian,ketegangan
8.kemungkinan kecelakaan yang ditingkatkan suatu kesalahan
9.tenaga kerja yang ditingkatkan menyerah
10.lebih sedikit kapasitas cadangan untuk berhubungan dengan keadaan darurat
Keuntungan ergonomic yang potensial menjadikan kebalikan di atas,sebagai tambahan terhadap keuntungan yang terukur,ada banyak manfaat tak terukur. Seseorang dapay menghitung kepuasan kerja yang ditingkatkan dan penerimaan pekerjaan ketika dua keuntungan yang tak terukur penting mempertimbangkan manusia ketika dibawah karya desain system.
1.4 Definisi Ergonomi
Lebih dari beberapa dekade, banyak definisi-definisi dari ergonomi yang diberikan. Bentuk sederhana dalam mendefinisikan ergonomi yaitu suatu studi yang berisi interaksi antara keberadaan manusia dan objek-objek yang mereka gunakan dan lingkungan-lingkungan dimana mereka bekerja. Definisi ini cukup untuk menggambarkan elemen-elemen penting seperi keberadaan manusia, objek-objek, lingkungan-lingkungan, dan interaksi kompleks diantara mereka. Dalam literatur, penggunaan pertama dari bentuk ini terlihat muncul pada pertengahan abad ke-19. Seorang guru dan ilmuwan Polandia, Wojciech Jastrzebowski, memperkenalkan dua bentuk kombinasi kata dari bahasa Yunani yaitu ergo yang artinya bekerja dan nomos yang berarti hukum/peraturan. Literatur juga menunjukkan bentuk kata bebas dalam jenis yang sama ditahun 1949 oleh seorang ilmuwan Inggris, K. F. H. Murrell. Ia menyebutkan sebelumnya, bahwa faktor-faktor manusia atau ilmu teknik (kerekayasaan) faktor manusia adalah ungkapan yang sama dengan yang mulanya digunakan di Amerika Serikat. Ahli ergonomi sering kali menggunakan bentuk human engineered (kerekayasaan manusia) untuk menggambarkan sebuah desain yang sesuai dengan harapan manusia (tidak menimbulkan stress).
Desain yang cocok untuk digunakan manusia adalah definisi lain yang praktis dari ergonomi. Selain itu penekanan ergonomi adalah dalam penggunaan manusia sebagai objek, peralatan-peralatan, mesin-mesin, dan sistem-sistem. Sanders & McCormick memberikan sebuah definisi lengkap untuk bidang studi ini. Singkatnya, penulis memberikan tiga pendekatan, yaitu :
1. The central focus
Memperhatikan keberadaan manusia dalam mendesain objek-objek, mesin-mesin, dan lingkungan-lingkungan.
2. The objectives
Meningkatkan keefektifan dari manusia dan sistem mesin serta menjaga stabilitas kesejahteraan manusia.
3. The central approach
Aplikasi sistematis dari data yang tersedia pada karakteristik-karakteristik manusia (potensi dan batas-batas kemampuan) untuk mendesain sistem-sistem dan prosedur-prosedur.
Pendekatan ini dapatdilihat pada gambar 1.1, yaitu 3 tujuan-tujuan besar dari ergonomi.
![]()

![]()
Gambar 1.1 Tujuan-tujuan dari Ergonomi
Pusat pokok dari pembicaraan ergonomi adalah pencocokan pekerjaan untuk seseorang yang artinya bahwa perancang harus mendesain sesuatu yang sesuai untuk manusia gunakan dalam menjaga perhatiannya setiap saat ketika sedang bekerja dan pekerjaan yang akan dilakukannya.
Lawan dari pusat pokok ergonomi adalah melatih pekerja selama penyeleksian pekerja. Dalam penyeleksian pekerja, persyaratan pekerjaan harus didefinisikan dan lalu pelamar ditugaskan dan dilatih untuk bekerja yang baik dengan menggunakan dan mnguasai bakat. Tetapi dengan menggunakan ilmu ergonomi yaitu perekayasaan manusia maka kesulitan dalam proses penyeleksian pelamar dapat diperkecil karena ilmu ergonomi membuat sistem yang mengikuti manusia bukan manusia yang mengikuti sistem.
Poin lain perhatian ergonomi dialihkan dari sistem teori-teori umum. Sedikit sistem yang berfungsi secara efektif, dua syarat mutlak yang diperlukan dalam mengefektifkan sistem yaitu :
1. Komponen-komponen harus didesain dengan tepat
2. Komponen-komponen harus berfungsi bersama secara kohesif menuju tujuan umum
Jika kita ingin mengembangkan sebuah mesin mobil superior dan kemudian menyeleksi komponen-komponen mesin yang menyusunnya (carburator, engine block, crankshafft (poros mesin), dll.) dipasaran, menempatkan kinerja individual, dan peralatan komponen-komponen ini, akhirnya mesin tidak akan bekerja. Tak ada kesulitan bagaimana baik bagian-bagian khusus telah didesain dan diciptakan, mereka tidak akan sesuai dan berfungsi bersama. Dengan cara yang sama, pengguna adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan sistem mesin. Jika ia tidak dapat berfungsi secara efektif, kinerja dari ketotalan sistem akan berpengaruh dan menimbulkan kesalahan-kesalahan kecil.
Statistik Kecelakaan Dan Kerugian
| TEN LEADING WORK RELATED DISEASES AND INJURIES IN THE UNITED STATES 1. Occupational lung disease 2. Musculoskeletal injuries 3. Occupational cancers 4. Amputations, fracture, eye loss, laceration, and traumatic deaths 5. Cardiovascular disease 6. Disease of reproduction 7. Neurotoxic disorder 8. Noise-induced loss of hearing 9. Dermatologic conditions 10. Psychologic disorder |
Data yang dikumpulkan oleh Amerika S. Menunjukkan bahwa ergonomi berhubungan dengan penyakit dan kerugian ( di tabel 1.1). tabel 1.1 merupakan daftar-daftar penyakit tersebut. Hal ke-2, 4, 5, 8, dan 10 berhubungan dengan ergonomi. Tingginya biaya untuk jaminan kompensasi pekerja adalah alasan lain mempertimbangkan ergonomi dalam perindustrian. Biaya ditahun 1984 untuk korban luka-luka terhitung 23% untuk kecelakaan kerja dan berjumlah 32% untuk biaya kompensasi.
Di Oktober tahun 1988, dalam perusahaan pengepakan makanan dari John Murrell and Company ditemukan 4,33 juta dollar AS untuk deretan daftar kecelakaan di tempat kerja dengan istilah “cumulative trauma disorders (CTDs)”. Ergonomi industrial sulit mengenali CTDs (merupakan kerugian ditahun 1990).
Biaya untuk kasus dari carpal tunnel syndrome (gejala penyakit akibat pekerjaan menggali terowongan) merupakan sebuah bentuk dari gangguan trauma, yang mencapai 100.000 dollar AS, dengan biaya rata-rata 40.000 dollar AS. Dalam perbandingan pekerjaan dan desain tempat bekerja dengan memasangkan ergonomi mungkin biaya ekstra yang dikeluarkan hanya beberapa ratus dollar AS.
Labor statistik Buleau menunjukkan bahwa jumlah kerugian/luka-luka disebabkan oleh cumulative traumatic yang berjumlah 73.000 dari tahun 1984 sampai 1987. Gangguan masalah ringan, mencakup luka-luka karena kerja di lapangan sekitar 39% dari tuntutan kompensasi semua pekerja, berdasarkan National Institute for Occupational Safety and health (NIOSH). OSHA (Occupational Safety and Health Administration) memprediksi bahwa kasus tersebut akan mencapai 50% di tahun 2000.
1.5 Rancangan dan manufaktur terintegrasi-manusia
Pada bagian-bagian sebelumnya kita lihat bahwa tujuan utama ergonomi adalah merancang benda-benda, peralatan dan mesin-mesin untuk penggunaan yang efektif oleh manusia. Rancangan untuk penggunaan manusia membutuhkan strategi pusat dan konsisten yang akan diaplikasikan pada seluruh tahapan rancangan. HIX adalah istilah yang diciptakan Pulat dan Alexander (11) untuk melambangkan perhatian kepada manusia dari awal hingga akhir dalam siklus rancangan “X” adalah variable yang digandin dengan “rancangan”, “manufaktur”, “test” atau lainnya. “HI” menyatakan “terintegrasi manusia”. Rancangan terintegrasi-manusia (HID) menyatakan sistem yang dirancang dengan memperhatikan kemampuan dan limitasi manusia sehingga rancangan yang dihasilkan bisa digunakan dengan efektif oleh orang-orang (Gambar 1.2). Dalam masalah manufaktur konsepnya bisa disimbolkan dengan HIM (manufaktur terintegrasi manusia). Salah satu masalah utama dalam rancangan untuk manufakturabilitas adalah apakah operator manusia bisa bekerja dengan efektif dengan rancangan atau tidak. Konsep ini diperluas untuk mencakup semua instruksi, rancangan, dokumen dan isu pendukung rancangan lainnya. Contohnya adalah masalah komponen yang salah memasukkan pada line perangkaian panel tulis cetak disebabkan operator manusia tidak dapat membaca informasi teknik dengan tepat dari terminal display dengan pandangan sekilas dan masalah orientasi dan resolusi terkait. Kasus tersebut bisa menyebabkan kesalahan manusia, yang pada gilirannya menyebabkan ribuan dan kadang-kadang jutaan dollar dana terbuang sia-sia. Perhatian HIM sewaktu merancang manufaktur.
Pencegahan versus koreksi. Banyak proyek ergonomic dilaksanakan sebagai tindakan korektif atas masalah yang ada. Praktek ini sangat lazim dalam sumber daya terbatas : tenaga kerja, dana, dan lain sebagainya. Biasanya, mode aplikasi yang diinginkan adalah preventif. Sistem paling efektif bila ergonomic dirancang ke dalamnya. Suatu proses paling efektif bila ergonomi dibangun ke dalam proses. Keduanya merupakan kasus untuk HIX.
1.6 Organisasi
Untuk efektivitas maksimum, ergonomi haruslah ditopang oleh organisasi penelitian dan pengembangan. Lebih jauh lagi, data dan informasi yang dikembangkan sebagai hasil penelitian haruslah diterapkan. Informasi tertentu yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan mungkin harus disusun menjadi undang-undang, yang kemudian harus ditegakkan. Beberapa organisasi pemerintah dan organisasi lain yang mendukung dan/atau menegakkan penerapan ergonomic dan keselamatan di Amerika Serikat ada disebutkan pada bagian sebelumnya, dan beberapa lagi dibahas dalam Bagian 1.7. OSHA adalah organisasi pemerintah yang bertanggung jawab dalam penyusunan penerapan standar ini pada organisasi yang berkecimpung di bidang perdagangan antar-negara bagian. Lembaga pemerintah lainnya, NIOSH, melakukan penelitan untuk mendukung aktivitas ini. MSHA (Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Tambang) adalah padanan OSHA dalam industry pertambangan.
Beberapa lembaga profesi lainnya yang relevan dengan ergonomi di Amerika Serikat adalah Lembaga Faktor Manusia (HFS); Institus Teknik Industri (IIE), Divisi Ergonomi; Lembaga Perancang Industri Amerika; dan Divisi 21 Asosiasi Psikologi Amerika. Semua lembaga ini terlibat aktif dalam menata konferensi, meningkatkan studi terfokus dan melakukan lobby demi keberfungsian manusia yang efektif dalam sistem sosioekonomi.
Kelompok profesi lainnya di bagian dunia lainnya meliputi Lembaga Ergonomi (ES), ILO (Organisasi Buruh Internasional), WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan IEA (Asosiasi Ergonomi Internasional). Lembaga serupa ada di Uni Soviet, negara-negara demokrasi yang baru muncul di Eropa Timur dan Jepang. Lembaga Faktor Manusia di Amerika Serikat dan Lembaga Ergonomi Britania Raya adalah dua organisasi pembawa bendera yang meningkatkan penelitian dan praktek ergonomic di dunia.
1.7 Brief History
Sejak awal mulanya kehidupan manusia, leluhur kita telah mencari cara untuk membuat hidup menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan. Banyak bentuk berbeda dari peralatan, senjata, dan wadah makanan yang memberikan refrensi-rfrensi poin nya. Barangkali dorongan utama yang pertama untuk keselamatan dan kesehtan pekerja datang selama dan sesudah revolusi industri. Yang mengambil tempat utama di eropa sekitar pertengahan abad 18 dan awal abad 19. selama masa ini, banyak mesin-mesin yang telah diciptakan. Terutama di bagian industri textile. Parngakat-perangkat ini lebih meningkatkan pada produktivitas ketimbang keberadaan manusia. Secara alami, banyak pekerja terluka. Menghadapi masalah sosial utama, Negara yang termasuk (inggris inti, prancis, dan amerika serikat) menyebarkan/mengeluarkan tata tertib untuk melindungi pekerja. Walaupun tata tertib atau aturan ini membantu mengurangi kecelakaan industri, mereka merasa rendah dalam pembuatan serangan yang berarti dengan hormat untuk mencegah mereka.
Penelitian tentang keefektifan atas kemampuan manusia dan batasannya dalam system dan design peralatan dimulai hampir secara serentak di berbagai Negara.
Waktu selama dan sesudah perang dunia II dikenal dengan “knod and dial era”. Banyak penelitian yang telah dilakukan selama masa ini untuk mengembangkan secara optimal design parameter sebagai tampilan dan control. Buku panduan pertama yg menangani tentang ergonomic diterbitkan di amerika serikat pada tahun 1949. sejak 1950, banyak orang, termasuk para siswa, telah semakin terkait dengan disiplin. Selama masa inilah aplikasi nonmiliter telah berkembang di area manufacturing, komunikasi, dan transportasi. HFS (Human Factors Society) dari amerika serikat dibentuk pada tahun 1957
Di britania raya, pada awal 1915, suatu badan yang dikenal sebagai “industrial fatigue research board” dibentuk oleh pemerintah, lalu kemudian berganti nama menjadi “industrial health research board”. Badan ini membawa hasil praktis penelitian di area lingkungan pabrik. Diantara pembubaran dari “industrial health research board” di tahun 1920 dan pada awal perang dunia II, jumlah penelitian keterkaitan kerja membawa hasil yang tidak berarti. Dari 1942, grup-grup organisasi dari peneliti yang interdisiplin memperkenalkan area-area seperti anatomi, psikologi, industri obat-obatan, arsitektur, yang secara rutin bertemu untuk mengidentifikasi dan bekerja dalam permaslahan ergonomic. Pada 1949, perkumpulan penelitian ergonomic dibentuk, yang kemudian berganti nama menjadi perkumpulan ergonomic.
Penelitian ergonomic dimulai di Scandinavian pada waktu yang sama, dengan tekanan yang berat dalam pekerjaan psikologi dan sumber fisik manusia. Setelah beberapa tahun, parameter psioklogi telah dipelajari. ERGOLAB, ditemukan di 1971, mengorientasikan usaha penelitiannya kepada psikologi manusia. Sama seperti di berbagai Negara eropa lainnya, penelitian di Negara Scandinavia selama tahun 1970 mengasumsikan peran yang lebih praktis, menangani secra drastis situasi kehidupan yang sebenarnya.
“the umbrella association” yang mendorong kegiatan internasional di bidang ini adalah IEA (International Ergonomics Association), yang mengadakan pertemuan pertamanya pada tahun 1961
1.8 The Role of The Ergonomist
Fungsi organisasi dengan orang-orang yang menangani berbagai macam tanggung jawab. Seseorang yang memiliki tanggung jawab utama untuk berhadapan dengan msalah-masalah ergonomic dikenal dengan ergonomist or human factors specialist. Mungkin ada atau mungkin tidak ada ergonomist yang memiliki waktu penuh di sebuah pabrik. Harapan umumnya adalah semua insinyur harus memiliki beberapa latar belakang ergonomic. Sayangnya, tidak semua insinyur memiliki suatu bentuk tanggung jawab menganmbil pelatihan formal di bidang ini. Jika ada department keselamatan di suatu organisasi, ergonomist mungkin termasuk di dalam grup ini.
Sebuah survey dari anggota divisi ergonomic IIE mengindikasi bahwa di pabrik dan industri pelayanan dapat menemukan ergonomist yang memiliki waktu penuh ketika ukuran dari suatu organisasi mencapai sekitar 1500. secara alami, industri-industri tersebut memiliki potensi yang menjanjikan untuk masalah seperti masalah pembiayaan sebuah posisi ergonomic pada jumlah kepala yang rendah. Berpatokan dengan survey yang telah didapat, subyek yang menarik banyak proyek kerja adalah VDT (Video Display Terminal) .
1.9 Types of Ergonomist Problems
Permasalahan ergonomic dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok, tergantung dari bagian spesifik yang dipengaruhi:
1. Anthropometric
Berhubungan dengan konflik dimensi geometri tempat yang fungsional dan badan manusia. Dalam hal ini menyangkut dimensi pengukuran badan linear, seperti berat dan volume, jangkauan untuk meraih sesuatu, tinggi posisi mata sewaktu duduk dan sebagainya. Permasalahan tersebut muncul karena ketidaksesuaian antara kebutuhan tersebut dengan rancangan tempat kerja. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan memodifikasi rancangan agar sesuai.
2. Cognitive
Permasalahan tersebut muncul ketika terjadi informasi terlalu berlebihan atau kekurangan jika disesuaikan dengan standar proses informasi. Memori jangka pendek dan jangka panjang memiliki kemampuan yang terbatas. Permasalahan tersebut dapat dibantu dengan menyediakan mesin yang dapat memperkaya kekurangan tersebut, seperti penggunaan komputer, agenda dan sebagainya.
3. Musculoskeletal
Permasalahan pada bidang tersebut menyangkut sistem otot dan rangka. Hal-hal tersebut menyangkut kecelakaan kecil di satu bagian ataupun efek trauma yang kumulatif. Hal tersebut dapat diatasi dengan menyediakan pertolongan atau bantuan di lokasi pekerjaan atau merancang kembali lokasi tersebut dengan penyesuian terhadap kemampuan manusia.
4. Cardiovascular
Permasalahan tersebut berhubungan dengan system sirkulasi darah dan jantung. Akibat yang dapat ditimbulkan adalah jantung memompa lebih banyak darah ke otot-otot untuk mencapai kebutuhan oksigen yang semakin meningkat. Contohnya adalah kerja otot yang lebih ketika berhadapan dengan situasi yang panas. Hal tersebut dapat diatasi dengan merancang kembali tempat kerja untuk melindungi pekerja dan rotasi pekerjaan.
5. Psychomotor
Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mendefinisikan kembali kebutuhan pekerjaan untuk disesuaikan dengan kemampuan manusia dan menyediakan pertolongan dalam lokasi kerja.
Pendidikan dan pelatihan tentu saja dapat mengatasi stress dengan mengembangkan kemampuan manusia dan menciptakan kesadaran akan keterbatasan manusia. Hal tersebut berguna dalam mencegah beberapa permasalahan. Contohnya, sakit punggung dapat dicegah dengan mendidik para pekerja tentang metode mengangkat barang yang benar.
1.10 Ilustrasi
Berikut ini adalah dua ilustrasi yang dapat membantu pemahaman tentang pentingnya peran ergonomic dalam suatu industri.
Kasus 1 berhubungan dengan mesin Automated Guided Vehicle (AGV) yang digunakan dalam sebuah pabrik tekstil untuk menangani materi.
Mesin AGV tersebut mengikuti magnet yang ada di lantai. Dalam pabrik tersebut terdapat 30 titik perhentian untuk mesin AGV tersebut. Tindakan “berhenti dan bergerak” mesin tersebut dikendalaikan oleh 30 tombol kecil yang diletakkan tepat bersampingan pada sebuah panel kontrol. Jika tombol tersebut mengarah ke atas, maka mesin AGV akan berhenti dansebaliknya. Pabrik tersebut mengalami banyak ketidakefisiensitas dalam menangani operasi. Diperkirakan masalahnya adalah kesalahan pemrograman yang disebabkan kelalaian manusia. Penyebabnya adalah gagang tombol yang pendek dan kesamaan warna antara tombol dengan pelat metal yang sama-smaa berwarna perak sehingga tidak dapat jelas dibedakan.
Setelah penerapan ergonomi, produktivitas pabrik tersebut meningkat setidaknya 30%. Pemodifikasian ergonomi tersebut dilakuakan hanya dengan menempelkan selotip berwarna gelap pada gagang tombol sehingga mempermudah penglihatan operator. Hanya dengan pemodifikasian yang tak lebih dari $50, keuntungan yang sangat besar dapat diperoleh.
Kasus 2 melibatkan operasi penempelan dalam pabrik lampu flash dan lentera. Sebuah mesin yang mahal digunakan untuk menempel label padatube lampu flash secara otomatis.Pekerjaan tersebut meliputi peletakan label plastik yang berbentuk oval pada meja yang berputar. Pelabelan tersebut dilakukan dengan penyedotan plastik yang ada di meja dan dikirimkan ke pusat penempelan oleh mesin konveyer. Labelnya ternyata ditempelkan pada kedua ujung tube lampu. Pabrik tersebut mengalami banyak penolakan dan diperkirakan bahwa masalahnya terletak pada operator. Masalahnya adalah ada lampu yang tidak memiliki label. Hal tersebut membuktikan ada kesalahan pada mekanisme penyedotan atau ketidakmampuan operator untuk mengikuti kecepatan berputar meja.
Masalah tersebut diselesaikan dengan tiga penyesuaian. Pertama, kecepatan sudut putaran meja dikurangi. Kedua, operator yang ahli menggunakan tangannya diletakkan pada posisi tersebut. Ketiga, pendistribusi yang dikontrak untuk mengirim paket yang telah dilabel mengurangi gerakan jarinya. Setelah modifikasi tersebut, keuntungan pabrik tersebut mencapai 50% dan penolakan berkurang.
Kedua ilustrasi di atas menunjukkan peningkatan produktivitas dapat diperoleh dengan modifikasi ergonomi yang sederhana. Solusi tersebut terlihat seperti solusi umum untuk permasalahan yang sederhana. Namun, hal-hal sederhana tersebutlah yang tidak diperhatikan oleh perancang. Ergonomi adalah cara yang paling efektif apabila dilatih sewaktu perancangan. Selain itu, modifikasi yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut akan lebih mahal dan tidak seefektif penerapan ergonomi sewaktu perancangan.
The Ergonomics Function
Kita akan membahas tentang pembagian fungsional bisnis dan menetapkan kerangka dari organisasi ergonomic. Berbagai konsep yang mendasari ergonomic, seperti hal yang berkenaan dengan materi pekerjaan dan pengaruhnya pada kondisi fisik pekerja, input informasi dan prosesnya, anthropometry, stress, dan sebagainya akan dibahas agar dapat meningkatkan keefektifan bekerja.
2.1 Pembagian fungsional bisnis
Pertama sekali akan dibahas pentingnya untuk memeriksa struktur fungsional umum dari beberapa bisnis. Tinjauan kita secara utama berpusat pada industri bisnis karena banyak hal yang berhubungan dengan pekerjaan ergonomic industry yang timbul pada berbagai lingkungan. Bagaimanapun, topic yang dibahas ini dapat diterapkan pada jenis lain dari industri, seperti penambangan, pelayanan perawatan kesehatan, dan sebagainya.

![]()

Tecnical functions
![]()
![]()
![]()
![]()
Gambar diatas memberikan struktur umum dari fungsi utama. Meskipun variasi adalah mungkin, pada umumnya pimpinan, fungsi administrative, teknikal, dan fungsi operasional membentuk kerangka yang terdiri dari tiga tingkatan. Pada puncak kerangka adalah manajemen. Fungsi utamanya adalah untuk menetapkan tujuan bisnis yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Tim manajemen juga mengembangkan rencana besar untuk mencapai tujuan ini dengan petunjuk waktu. Dengan kedua fungsi ini, manajemen menetapkan pimpinan untuk masing-masing teknikal, administratif, dan fungsi operasional. Tugas utama yang ketiga dari manajemen ini adalah untuk menyediakan sumber industri untuk memenuhi tujuan bisnis. Manajemen melakukan ini dengan pembiayaan selektif dari proyek strategis dan penyewaan/pemberhentian keputusan. Pada tahap ini, seharusnya jelas pada pembaca bahwa pengendalian kekuatan dalam beberapa bisnis didasarkan pada syarat dan keperluan bisnis.
Pada pertengahan kerangka adalah sumber teknikal dan administratif. Bagian administratif menyediakan dukungan nonteknis terhadap rencana bisnis seperti fungsi sehari-hari dari aktifitas produksi. Contohnya adalah personalia, akunting, daftar gaji dan lain-lain. Pada sisi lainnya, aktifitas produksi bergerak terutama sepanjang kekuatan teknis yang diberikan oleh tenaga kerja teknikal. Grup ini mengembangkan rencana teknis produksi sesuai dengan rencana bisnis. Mereka mendapatkan fasilitas, membuat rencana proses yang akan mengoptimalkan penggunaan sumber yang ada, dan memecahkan isu produksi sehari-hari.
Grup operasional bertanggungjawab untuk melaksanakan fungsi sehari-hari dari fasilitas produksi. Mereka bertugas dibawah bimbingan perencanaan teknis dan proses yang dikembangkan oleh tenaga kerja teknikal. Grup operasioanal juga mentargetkan pertemuan setiap minggu dan sasaran produksi bulanan, dan bertanggungjawab dalam keefektifan dan kegunaan nondestruktif dari fasilitas produksi.
Grup utama yang tertarik kepada usaha industri ergonomic adalah fungsi kekuatan tenaga kerja dalam grup operasional. Meskipun banyak aktivitas produksi adalah otomatis, beberapa yang lainnya masih dikendalikan oleh usaha manusia. Fungsi otomatis juga mewajibkan keterlibatan manusia pada bentuk aktivitas pemeliharaa.
Target utama ahli ergonomic adalah mendesain aktivitas operating (tugas, fungsi, pekerjaan) dan fasilitas fisik seperti operator dapat berfungsi dengan efektif pada mereka tanpa stress. Mungkin bantuan paling besar kepada ergonomic datang dari serikat tenaga kerja, jika ada satu. Serikat kerja mewakili pekerja mengenai semua level organisasi, termasuk pimpinan. Kerjasama yang efektif antara serikat kerja dan pimpinan mungkin menimbulkan pelaksanaan banyak proyek ergonomic yang membantu organisasi secara keseluruhan.
2.2 Selling The Idea To Management
Sebagaimana proyek lain, aktivitas ergonomis meminta gagasan harus dijual pada management terlebih dahulu. Tak ada metode yang paling efektif untuk melakukannya. Apabila tak ada aktivitas ergonomis berkelanjutan dalam organisasi, pembentukan sebuah kelompok ergonomis atau kekuatan tugas dan mendapat dukungan menagement harus dilakukan tahap demi tahap. Tahap pertama adalah berkonsentrasi pada defenisi detail mengenai tujuan bisnis dan mendefenisikan pemain yang penting. Tahap kedua adalah mendefenisikan tujuan dari kelompok ergonomis dan kompatibilitas antara tujuan kelompok dan tujuan bisnis. Pada tahap ketiga, data dapat dikumpulkan seperti operasi yang ditampilkan, pengalaman teknis yang tersedia, kondisi ekonomi, keberadaan dan kekuatan dari suatu kesatuan, dan lain-lain. Tahp keempat adlah korelasi dari hasil tahap pertama dan tahap kedua dan hubungan dengan data yang dikumpulkan dari tahap ketiga. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan presentasi yang paling efektif pada kelompok yang tepat, dengan tujuan fokus yang tepat.
Membenarkan Proyek Ergonomis.
Apapun situasi khususnya, berbagai proyek ergonomis dapat dibenarkan berdasarkan hal-hal berikut:
- Peningkatan produktivitas, hal ini harus dihubungkan pada penurunan harga atau peningkatan pengeluaran dengan struktur harga konstan. Jika situasi sekarang adalah produktivitas rendah, utarakan bagaimana ergonomis dapat meningkatkan efisiensi pekerja. Jika kasusnya adalah kerugian harga yang signifikan , sebutkan bagaimana keterlibatan ergonomis akan mengurangi potensi kecelakaan, lalu, kerugian, lalu harga. Jika operator bertanggungjawab atas banyak kesalahan, diskusikan bagaimana restruksi tempat kerja untuk pekerjaan akan mengurangi potensi kesalahan, lalu penolakan dan meningkatkan harga. Jika pekerja tidak produktif atau absen secara rutin, jelaskan bagaimana mereka akan menikmati pekerjaan di lingkungan yang baru.
- Tanggung Jawab Sosial, hal ini dapat memperlebar jarak dari keinginan pada kesadaran sosial dari firma untuk tanggung jawab sosial. Potensi hukuman yang dihubungkan dengan keamanan dan pembuatan produk yang memenuhi potensi harus disebutkan. Hal ini akan menyebabkan peningkatan harga operasi.
Merancanakan Presentasi
Langkah ini melibatkan pengumpulan peralatan konviksi, termasuk literatur, bukti empiris, pandangan konsultan, dan sebagainya. Jika tidak ada pekerjaan yang signifikan dilakkukan sebelumnya, beberapa studi panduan akan membantu.
Membuat Presentasi
Langkah pertama, pastikan untuk mendefenisikan ergonomi sesederhana mungkin. Setelah menjelaskan latar belakang, aplikasi fasilitas lainnya, dan aplikasi yang ditujukan, pastikan variasi fokus dari masing-masing level menejemen tidak dibicarakan. Pastikan perwakilan menagement hadir.
2.3 Forming A Group
Kelompok ergonomis dapat dibentuk oleh menagement maupun dari pergerakan masyarakat. Kelompok dapat melakukan peran permanen maupun peran sementara. Contoh kelompok dengan peran sementara adalah yang menginvestigasi masalah spesifik dengan serangan terencana, pertemuan reguler, dan membuat presentasi akhir setelah tujuan proyek terpenuhi. Faktor yang paling penting adalah kesulitan masalah. Kekuatan tugas dapat diorganisasi silang berbagai departement. Secara rutin, wakil dari persatuan akan menjadi bagian dari kelompok. Kelompok multidisipliner seperti itu berkumpul secara rutin untuk berdiskusi mengenai masalah ergonomi dan solusinya.
Ukuran Kelompok
Ukuran kelompok tergantung pada banyak faktor seperti tingkat dukungan menagement, kesulitan masalah, dan kesukaan.
Tipe Pekerjaan
Tanggung Jawab
Kelompok memiliki yuridiksi atas beberapa area. Pertama yakni kesehatan dan keselamatan pekerja. Kedua adalah isu-isu performance dan ynag terakhir adalah proyek yang meningkatkan kualitas hidup.
Pertolongan yang Tersedia
Untuk membantu pekerjaan, kelompok bisa mendapatkan pertolongan dari berbagai sumber, salah satu sumber paling baik adalah perpustakan universitas atau perusahaan. Sumber kedua bisa berasal dari advisor dan profesional perusahaan. Selain itu, pengumpulan data dan analisa data juga akan membantu kelompok untuk tampil lebih baik.
2.4 Sustaining The Effort
Upaya dalam ergonomika itu harus dibentuk untuk program jangka panjang. Untuk itu dibutuhkan pengaturan sumber-sumber secara bijaksana, mengembangkan cara pengaturan untuk pertumbuhan, dan membangun jaringan informasi. Sangatlah penting untuk ditegaskan bahwa “managemen” bukan hanya untuk mengawasi kegiatan. Peran pasif seperti hanya menunggu dan mengangkat telepon di kantor akan membuat program itu gagal. Ingat juga bahwa program-program yang serupa juga didorong bersamaan dengan program ergonomik. Seseorang harus menjaga agar perhatian tetap berfokus pada ergonomik.
1. Pengembangan dasar
Tahap ini terdiri dari tiga elemen utama yaitu establish credibility(membentuk kepercayaan) maksudnya pemakai produk-produk (design baru, memperbaharui design, evaluasi secara kritis) dari kelompok ergonomik harus merasa bahwa mereka mendapat sebuah keuntungan. Tugas/pekerjaan tersebut harus didasari dengan prinsip pencapaian sasaran sebanyak mungkin. Adakalanya hasil utama penelitian yang menggunakan analisis ergonomik memungkikan kita berbagi dengan pengguna. Konsultasi berkala dapat mengindikasikan bahwa kelompok itu serius memikirkan apa yang terbaik untuk memecahkan masalahnya. Yang kedua pendidikan lain adalah syarat yang pasti. Tidak hanya kesadaran yang harus dibentuk tetapi tingkatan yang harus dicapai dimana perancang ruang kerja dan peralatannya menerima ergonomic sebagai bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari. Designer seharusnya tidak menitikberatkan pada kegagalan. Designer seharusnya merasa bahwa hasil karyanya tidak sempurna tanpa pertimbangan/pandangan ergonomik. Ketiga jaringan informasi harus dibentuk. Kumpulan dari kekeliruan & kesalahan data mengenai para pekerja, managemen & data relevan lainnya diproses disini dan hasil & saran yang dibutuhkan mengenai apa yang dimiliki untuk dapat dipercaya & keefektifan jaringan yang dibentuk & dipertahankan.
2. Nilai keuntungan dalam investasi
Nyatanya nilai ergonomik sesuai pendirian mereka dengan objek utama dari pertahanan & peningkatan kesejahteraan manusia. Banyak hasil dari upaya ini tidak dapat dijelaskan dengan nyata. Bagaimanapun kita sudah mengetahui keuntungan dari bisnis adalah yang diutamakan bagi perusahaan. Mempertahankan dukungan managemen membutuhkan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menghindari biaya dari pencegahan kecelakaan,penderitaan manusia & kerusakan barang-barang harus didokumentasikan. Perkiraan biaya training bagi pergantian penempatan pekerja adalah kategori lain yang harus dicapai untuk efesiensi biaya. Peningkatan produktifitas melalui peningkatan hasil relatif mudah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Ini mungkin akan membutuhkan beberapa bentuk seperti siklus waktu kerja yang diperpendek, Penolakan yang lebih sedikit dikarenakan kesalahan lebih sedikit & lebih banyak waktu yang dihabiskan dalam bekerja karena absensi yang sedikit dan pergantian. Waktu yang dihabiskan dalam mendokumentasikan tabungan akan berguna nantinya untuk program ergonomi yang dibiayai oleh perusahaan.
3. Mendirikan kepuasan pelanggan
Semua orang setuju bahwa akhir dari kepuasan berguna untuk membantu kelompok ergonomik dalam mempertahankan dan mengembangkan sebuah program. Pekerja bangunan tidak akan lagi merasakan punggungnya sakit, juru ketik tidak akan lagi merasakan lagi jarinya sakit akan menceritakan pengalamannya kepada sesama pekerja, perwakillan serikat kerjadan para supervisor. Tidak ada cara lain yang lebih efektif dalam membangun kredibilitas daripada pelanggan mengakuinya sendiri. Disisi lain seorang pekerja yang merasa ketidaknyamanan yang sama setelah intervensi ergonomik tidak membantu permasalahannya. Cerita sukses merupakan sarana yang baik untuk mempertahankan sebuah program. Sebuah metode untuk mendokumentasikan cerita tersebut mungkin adalah untuk mendapatkan opini sebelum dan setelah modifikasi. Survey semacam itu juga akan membantu mengatur program tersebut secara efektif dengan data objektif. Rekaman video dari pekerjaan sebelum dan sesudah penataan ulang ergonomik dengan pekerja yang bersangkutan ikut serta didalamnya dan menceritakan cerita sukses yang akan dibawa dalam pertemuan, konferensi dana, dan pertemuan lainnya untuk tujuan publikasi.
4. Asumsi peran peninjau rancangan
Seperti yang kita sudah sebutkan diawal, pencegahan pekerjaan terorientasi lebih efektif daripada pendekatan korektif. Walaupun pada tahapan inisial pada program ergonomik, para ergonom akan terlibat dalam menyelesaikan masalah, kegiatan ini akan membentuk kredibilitas yang dibutuhkan. Begitupula dengan mengembangkan jaringan informasi yang penting. Langkah berikutnya,lebih dulu untuk mendapat hasil seperti design utama merupakan cara rutin yang dilakukan kelompok ergonomik untuk membuat kesepakatan. Tentu saja, jika tahap pendidikan telah berhasil, designer sudah melakukan penerapan ergonomik sebelumnya untuk ditinjau kelompok formal. Bagaimanapun ahli itu belum dapat menjamin kebenaran sebuah tinjauan design. Upaya ergonomik dikatakan berhasil jika designer merasa bahwa mereka merupakan bagian utuh dari pekerjaan mereka dan managemen merasa bahwa mereka layak untuk didukung. Ini tergantung para ergonom untuk membangun upaya-upaya dalam bentuk kebudayaan.
2.5 Indicator of Need for Ergonomic Attention
Ergonomi akan lebih efektif jika diaplikasikan sesuai dengan keadaan. Bagaimanapun juga, pemeriksaan rutin akan lebih baik dalam mengidentifikasikan kebutuhan ergonomi suatu pekerjaan. Pada laporan akhir tahun, akan ditunjukkan berbagai permasalahan ergonomi yang terjadi sepanjang tahun. Ini akan menjadi awal yang baik dalam melakukan peninjauan kembali program ergonomi yang telah dilaksanakan.
1. ada berbagai hal penolakan dalam perkerjaan
2. pekerja melakukan berbagai kesalahan dalam pekerjaan
3. adanya pemborosan barang-barang kantor
4. pergantian pekerja membutuhkan banyak biaya
5. para pegawai banyak mempermasalahkan syarat-syarat pekerjaan
6. produksi keluaran sangat rendah
7. ketidakhadiran sangat tinggi
8. terdapat kecelakaan ataupun kesalahan dalam pekerjaan
9. para pekerja sering melakukan pemeriksaan di rumah sakit
10. kualitas produk sangat rendah
11. waktu yang dibutuhkan dalam pelatihan sangat lama
12. pekerja banyak yang mengambil cuti
13. upah personal dan tunjangan sangat tinggi
14. tugas-tugas pekerja dalam suatu pekerjaan dibatasi oleh ukuran,gender, umur, ataupun penampilan fisik.
15. terdapat ganguan dalam komunikasi verbal
16. terdapat permintaan pemindahan pekerjaan
17. para karyawan tidak dapat mempertimbangkan standar produksi
18. karyawan sering meninggalkan tempat kerja tanpa alasan yang jelas
19. terdapat istirahat yang cukup lama.
Modifikasi akan sangat penting pada saat :
1.
2. Jumlah produksi sangat banyak
3. Pekerja yang diberhentikan sangat banyak
4. Tempat kerja dipergunakan utnuk beberapa kali pergantian
2.6 Illustration
AT & T sebagai pusat dan pengedar rancangan ergonomi. Melatih para perancang bangunan dan pekerja pabrik adalah juga bagian dari perusahaan ini. Setiap waktu, para pengembang ini mengembangkan topik yang menarik dalam hal ergonomi. Telah banyak organisasi dan perusahaan yang menggunakan pernyataan-pernyataan yang dapat diaplikasikan
Kebijaksanaan AT & T untuk keamanan dan kesehatan pekerjaan.
Kebijaksanaan
AT&T digunakan untuk menyediakan lingkungan pekerjaan yang aman dan sehat bagi para pekerjanya. Implementasi dari kebijaksanaan tersebut merupakan tujuan dari pengaturan yang utama, dan pertanggungjawaban dari setiap karyawan AT & T.
Langkah-langkah
· Mematuhi peraturan-peratuan yang ditetapkan, ketentuan-ketentuan, dan praktik-praktik perusahaan yang behubungan dengan keamanan dan kesehatan di lingkungan kerja.
· Mendukung dan berkontribusi tehadap perkembangan hokum-hukum dan ketentuan-ketentuan keselamatan dan keamanan pekerjaan yang beralasan dan hemat biaya.
· Mengevaluasi pemenuhan dasar AT & T dengan penerapan huku-hukum dan ketentuan-ketentuan dalam segala operasinya secara berkesinambungan.
· Meningkatkan informasi kesehatan, keamanan, dan faktor-faktor manusia kedalam rancangan, instalasi, penggunan prosedur perbaikan dan jasa.
· Meliputi pertimbangan tentang kesehatan dan keamanan karyawan diantara berbagai criteria dengan pengevaluasian proyek, produk, dan proses.
· Menasehati dan melindungi karyawan-karyawan yang berada di lingkungan kerja.
· Meningkatkan kesehatan karyawan dan membantu mereka mengembangkan kesadaran akan kesehatanya dan praktik-prkatik yang aman.
Kebijaksanaan AT & T untuk keamanan pelanggan
Kebijaksanaan
AT&T diterapkan untuk menyediakan barang dan jasa yang aman untuk tujuannya dan melindungi pelanggan dari penyalahgunaan yang beralasan.
· Pematuhan terhadap hokum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang diterapkan dalam service provisi dan penggunaan atau pembuangan produk
· Menyesuaikan diri terhadap standart racangan keselamatan AT&T yang diterapkan.
· Meletakkan keselamatan dasar dalam rancangan dan melalui barang dan jasa yang disediakan AT&T.
· Menampilkan literatur tentang produk dan layanan pelanggan secara teknis dan legal serta labeling yang diassosiasikan dengan penjualan, penggunaan, dan pembuangan produk.
· Menekankan kesadaran karyawan dan dukungan coorporate costumer safety policy.
Kebijaksaan AT&T untuk perlindungan lingkungan
Kebijaksanaan
AT&T diterapkan untuk perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di berbagai bidang pengoperasian. Implementasi dan kebijaksanaan tersebut merupakan tujuan pengturan yang utama dan pertnggungjawaban terhadap setiap karyawan AT&T.
Langkah-langkahnya :
· Mematuhi segala hukum yang mengatur tentang perlindungan lingkungan
· Menyediakan dan berkontribusi terhadap perkembangan hokum-hukum dan ketentuan-ketentuan lingkungan yang beralasan dan efisien.
· Mengevaluasi pematuhan terhadap dasr-dasar AT&T dan segala hukum serta ketentuan dalam segala pengoperasiannya secara berkesnambungan.
· Mendorong penggunaan teknologi yang bebas polusi dan meminimalisir limbah dalam segala rancangan produk dan proses
· Mengusahakan pemeliharaan sumber daya dan perlindungan terhadap lingkungan dengan proses pendauran ulang dan penggunaan ulang materi.
· Meliputi pertimbangan terhadap lingkungan diantara berbagai criteria dengan pengevaluasian proyek, produk, dan proses.
· Mengembangan kesdaran akan pertanggungjawaban karyawan terhadap lingkungan dan mendorong keikutsertaan mereka untuk menyuarakan perlindungan lingkungan.

Gambling Video Games - Videodl.cc
BalasHapusVideos are played by computer-generated video games, and they can be played on various televisions. As youtube mp3 a result, video games are very popular in