Minggu, 11 Oktober 2009

FILSAFAT

Apa itu Filsafat?

Apa manfaat mempelajarinya?

BANYAK referensi yang dapat menjawab dua pertanyaan di atas. Berbagai mazhab dan pemikiran banyak tokoh saling silang menjelaskan betapa maha luasnya filsafat itu. Fisafat itu hakekat. Filsafat itu sesuatu yang benar. Kebenaran yang dibenar-benarkan. Kebenaran agung dan sesuatu yang selalu dipikirkan tiada henti.

Kata falsafah atau filsafat dalam merupakan kata serapan bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari philosophy (Inggris), philosophia (Latin), Philosophie (Jerman, Perancis). Kesemua kata tersebut diambil dari bahasa Yunani philosophia. Kata ini merupakan gabungan dua kata philein berarti mencintai dan philos berarti persahabatan, cinta dsb dan sophos berarti bijaksana dan Sophia berarti kebijaksanaan. Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”.

Filsafat adalah usaha untuk memahami dan mengerti dunia dalam hal makna dan nilai-nilainya. Ia juga termasuk ilmu pengetahuan yang paling luas cakupannya dan bertujuan untuk memahami (understanding) dan kebijaksanaan (Wisdom).

Menurut Wikipedia Indonesia, definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problema falsafi pula. Tetapi paling tidak bisa dikatakan bahwa “falsafah” itu kira-kira merupakan studi daripada arti dan berlakunya kepercayaan manusia pada sisi yang paling dasar dan universal.

TIGA KATEGORI BELAJAR FILSAFAT

• HISTORIS – berdasar kurun waktu tertentu

• SISTEMATIS – spesialisasi cabang-cabang filsafat

• PRINSIP-PRINSIP FILSAFAT – pola yang digunakan

MENGASAH FILSAFAT

• Diskusi, Mailing List, dsb

• Studi Literatur (Topik & Tokoh)

• Hadap Masalah

• Permenungan

• Menulis

•Mengajar

ARTI SEMANTIK FILSAFAT

• Filsafat mater scientiarum induk segala ilmu (cat. > dulu)

• Kelahiran Filsafat di Yunani Kuno (di Miletos) 6 SM Kemenangan akal atas mite Thales (Father of Philosophy): Arche Air

• Filsafat (Ina) = Falsafah (Arab) = Philosophy

(Ing) = Philosophia (Latin) = Philosophie

(Jerman, Belanda, Prancis) Philosophia

(Yunani).

1. Berfilsafat

Berfilsafat secara mudah dapat dimaksudkan sebagai memikirkan sesuatu dengan sangat mendalam. Tetapi, berfilsafat di sini bermaksud berfikir secara filsafat. Berfilsafat merupakan satu tanda yang penting bagi bidang filsafat. Ia dapat diibaratkan sebagai inti dalam filsafat. Berfikir secara filsafat ini harus mempunyai tiga ciri, yaitu:

1.a.Radikal

Ini bermaksud bahwa berfilsafat merupakan corak pemikiran yang ketuntasan, yakni berfikir dengan sedalam-dalamnya sehingga kepada akar bagi sesuatu masalah.

1. b. Sistematik

Berfikir sistematis ialah berfikir logik, yang bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang tersusun.

1.c. Sejagat

Sejagat bermaksud umum. Dalam corak pemikiran ini, pemikiran tidak terbatas pada bahagian-bahagian tertentu, tetapi mencakup keseluruhan bagi sesuatu Permasalahan.

Permasalahan Filsafat

Permasalahan filsafat ataupun masalah filsafat ialah topik yang dibincangkan dalam bidang filsafat. Ia dapat diibaratkan sebagai isi dalam filsafat. Permasalahan filsafat selalunya disifatkan sebagai pertanyaan yang sangat rumit, dan ia memerlukan pemikiran yang sungguh-sungguh.

Sesuatu pertanyaan itu akan menjadi Permasalahan filsafat jika pertanyaan itu tidak dapat diselasaikan melalui metode observasi ataupun metode pengetahuan. Biasanya, Permasalahan filsafat akan melibatkan Permasalahan tentang konsep, idealogi, dan juga pekara-pekara lain yang abstrak. Contoh-contoh Permasalahan filsafat adalah seperti di bawah:

"Apakah kebenaran?"

"Apakah Pemikiran?"

"Apakah ilmu pengetahuan?"

"Apakah cantik?"

"Apakah Kehidupan?"

Bidang filsafat memberikan nilai yang tinggi kepada pertanyaan yang baik, yakni pertanyaan yang mempunyai nilai kefilsafatan. Ini adalah karena pertanyaan yang baik menjanjikan jawaban yang baik. Contohnya, pertanyaan epistemologi yang ditanyakan pada zaman dulu-dulu seperti "apakah kebenaran?, apakah ilmu pengetahuan?" sebenarnya telah memajukan pengetahuan dan teknologi manusia.

Kategori Filsafat

Filsafat dapat dikategorikan 5 bidang berdasarkan Permasalahannya, yaitu:

Metafisika

Bidang filsafat ini memikirkan tentang realita.Contoh pertanyaannya: Jenis benda yang konkrit? Apakan sifat "natural - nature" benda tersebut? Adakah sesuatu yang konkrit tanpa bergantung kepada indera manusia? Apakah sifat ruang dan masa? Apakah sifat akal dan berfikir? Apakah yang dikatakan manusia? Apakah yang dimaksud dengan sadar? Adakah Tuhan itu konkrit ?

Epistemologi

Bidang filsafat ini memikirkan tentang ilmu pengetahuan. Contoh pertanyaannya adalah seperti: Adakah ada pengetahuan? Bagaimana kita tahu apa yang kita tahu? Bagaimana kita tahu terdapat fikiran yang lain?

Etika

Bidang filsafat ini memikirkan tentang kemoralan manusia. Contoh pertanyaannya:Adakah terdapat perbedaan antara tindakan bermoral dan tindakan yang salah ? Jika ada, apakah perbedaannya? Tindakan yang mana betul dan tindakan yang mana salah? Adakah nilai mutlak, atau perbandingan? Bagaimana seseorang itu harus hidup?

Logika

Logika adalah suatu bidang filsafat yang mengkaji pemikiran manusia.

Estetika

Bidang filsafat memikirkan tentang keindahan. Contoh pertanyaannya: Apakah itu indah?

Sejarah Filsafat

Socrates

Filsafat merupakan sesuatu yang dijalankan oleh setiap bangsa. Ini adalah karena manusia secara alamiah nya mempunyai fitrah ingin tahu dan cenderung kepada kebenaran. Dari itu sejarah filsafat terbentuk oleh kelompok manusia yang mengadakan pendekatan yang berbeda terhadap filsafat. Dalam sesuatu sejarah filsafat, anggotanya akan memupunyai minat yang sama dalam sesuatu permasalahan filsafat dan juga mempunyai pengaruh yang sama dari seseorang tokoh filsafat.

Perkataan "Filsafat" dalam konteks akademik Anglo-Amerika mungkin adalah sesuatu yang membingungkan. Ia biasanya merujuk kepada sejarah filsafat dari peradaban barat dengan mengetepikan sejarah filsafat dari tempat lain. Masalah ini menjadi lebih rumit lagi jika didapati tiada perkataan "filsafat" yang konkrit dalam peradaban China, Korea, dan Jepang sehingga abad ke-19. Oleh sebab itu, pernah juga sarjana barat yang menyangka bahwa filsafat itu tidak pernah konkrit dalam peradaban ini.

Secara kasarnya, filsafat dapat dibagikan kepada dua sejarah, yakni filsafat barat dan juga filsafat timur. Bagi sejarah filsafat di Afrika, ia masih dianggap terlalu kabur dan asing bagi kebanyakan orang.

Filsafat barat merupakan satu sejarah filsafat yang laku untuk kawasan Eropah, Amerika termasuk Amerika Latin , dan juga di Timur Tengah. Filsafat Islam biasanya termasuk juga ke dalam sejarah ini. Filsafat timur pula merujuk kepada sejarah filsafat dari Benua India dan juga dari timur jauh seperti China, Korea, dan Jepang.

Sejarah Filsafat Timur

Rencana utama: Filsafat Timur

Filsafat Budhisme

Filsafat Hindu

Filsafat India

Filsafat Indonesia

Filsafat Jepang

Filsafat Konfusisme

Filsafat Taoisme

Sejarah Filsafat Barat

Rencana Utama:Filsafat Barat

Filsafat Yunani Kuno

Filsafat Kontinental

Filsafat Anglo-Amerika

Filsafat Zaman Penengahan

Filsafat Marxisme

Filsafat Pascamodern

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan liat-liat

silahkan liat-liat