Minggu, 11 Oktober 2009

ETIKA MORALITAS DAN HUKUM

Etika- meliputi “membuat keputusan atas sifat moral orang dan interaksi mereka dalam masyarakat”

“Disiplin ilmu filsafat yang memusatkan perhatian kepada tingkah laku manusia dan membuat keputusan moral”

Moralitas- meliputi peradilan atau pengawasan atas suatu tindakan.

Adalah terhubung dengan kata-kata seperti baik, buruk, benar, salah, seharusnya dsb.

Hukum- Penyusunan uu yang tepat berdasarkan standar pemerintahan yang tidak dapat dipungkiri untuk menjamin sesuatu secara sah dan keadilan moral.

Diciptakan oleh legislatif, keputusan pengadilan dan tradisi/adat.

Hukum tidak mengatur apa itu etika dari suatu peristiwa yang diberikan tetapi apa yang sah. Kadang-kadang, apa yang sah pada waktu tertentu dianggap tidak beretika atau bermoral oleh beberapa sekmen dalam masyarakat.

Sumber atas penuyuluhan Etika

· Etika pribadi

· Etika dan nilai yang terimplisit dalam model pemeriksaan dan pengobatan

· Kebijakan agensi

· Kode professional dan garis pedoman

· Filsafat moral

· Hukum

Peranan kode edtik dalam penyuluhan

· Mendidik penyuluh dan masyarakat umum tentang tanggung jawab dalam berprofesi

· Menyediakan sebuah dasar/asas untuk keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan lewat adanya kode2 tersebut, klien dilindungi dari tindakan-tindakan yang tidak beretika

· Menyediakan dasar untuk bercermin dan meningkatkan profesionalitas.

Contoh perilaku tidak beretika dalam penyuluhan

· Pelanggaran rahasia

· Melampaui satu tingkat atas wewenang professional

· Lalai dalam tugas

· Mengklaim seseorang tidak memiliki keahlian

· Menjatuhkan nilai2 seseorang terhadap klien

· Menciptkan ketergantungan pada klien

· Aktivitas seksual dengan klien

· Konflik ketertarikan, misalnya hubungan dua orang

· Mempertanyakan susunan keuangan, seperti memasang harga yang terlampu tinggi

· Memasang iklan yang tidak pantas

Kompetensi

Gagal bekerja dalam dalam keahlian sendiri sebagai konselor menggali banyak prinsip2 etika yang dianggap penting untuk penyuluhan :

· Klien menjadi mudah diserang menderita lebih emosional dan psikologisnya menjadi lebih panas.

· Dasar kepercayaan antara klien dan konselor akan rusak

· Menghormati otonomi klien akan tercemar dengan kurangnya dasae hormat yang ditunjukkan pada keinginan klien untuk memeprtinggi keteguhan diri

Pengakuan sebagai seorang pelaksana adalah satu langkah ke depan dalam menilai kemampuan seseorang. Latihan yang panjang dan pengalaman adalah sumber lain dalam menilai kemampuan seseorang. Namun, nilai dari pengalaman *bekerja, sebagaimana dilaporkan oleh klien, adalah bebas atas jumlah latihan atau pengalaman sebelumnya. Lebih baik adaalh , kualitas dari hubungan antara pekerja dank lien yang bernilaidan merupakan hal yang paling berguna dari sudt pandang klien dari segi efektivitas. Orientasi teoritis dari seorang konselor dapat saja berhubungan dalam menilai kemampuan atas campur tangan yang khusus atau metode dalam bekerja.

Aturan budaya, kebutuhan atas kelompok klien yang khusus, apakah konseling itu satu dengan satu, dengan pasangan, atau dalam kelompok, juga mungkin berhubungan.

Standar minimal semua konselor yang seharusnya diharapkan adalah :

- Tahu mengapa Andamelakukan atau mengatakan sesuatu kepada klien Anda

- Yakin akan apa yang anda katakana atau mmelakukan apa yang Anda maksud.

- Tahu apa efeknya.

- Menyesuaikan campur tangan berdasarkan respon yangs ebanarnya dari klien.

- Melihat kembali hasil/kinerja konseling selama ini dalam pengawasan konseling.

- Mengembangkan strategi untuk tetap up to date dan melihat kesempatan untuk kelanjutan perkembangan professional.

- Menilai apakah tingkat keahlian Anda sama atau lebih baik daripada konselor lainnya memberikan konseling pada masa yang sama.

Konflik ketertarikan

Secara etika, konselor pelu menyadari apa yang mereka butuhkan, urusan yang belum selesai, konflik yang berpotensial, dan pembelaan. Mereka perlu menyadari faktor2 yang bagaimana dapat mengganggu dengan bantuan kliennya. Masalah etika muncul ketika mereka menemukan kebutuhan dari klien mereka. Diantaranya ialah : kebutuhan akan control dan kekuatan; kebutuhan untuk mempengaruhi; kebutuhan untuk merasa cukup; secara khusus/pasti ketika ini menjadi terlalu penting dimana klien akan mengkonfirmasi kemampuan konselor; dan kebutuhan untuk dihormati dan dihargai.

Apabila are perjuangan muncul ke eprmukaan dan konflik lama terjadi kembali, konselor memiliki .kewajiban beretika untuk mencari terapi mereka sendiri sehingga mereka dapat membantu kliennya dalam mengahadapi perjuangan yang sama.

Proses pendidikan klien dimulai dengan sesi konseling inisial dan dilanjutkan untuk konseling dengan jangka waktu.

Tantangan untuk mengisi jiwa izin yang diinformasikan adalah untuk menemukan keseimbangan antara memberikan klien informasi terlalu banyak dan terlalu sedikit. Ini memerlukan intuisi dan keahlian dalam menemukan keseimbangan.

Adalah ide yang abik untuk memiliki informasi dasar tenatng proses konseling dalam menulis, sebaik saat berdiskusi dengan klien dengan topik2 klien yang akan membolehkan mereka untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari pengalaman konseling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan liat-liat

silahkan liat-liat