Minggu, 11 Oktober 2009

MANAJEMEN PERSURATKABARAN

Apakah Manajemen Persuratkabaran ???

Manajemen persuratkabaran adalah bagaimana mengatur atau mengelola man, machine and money sehingga dapat menghasilkan informasi atau berita dan menerbitkan surat kabar yang dapat dengan tepat dan cepat dibaca oleh pembaca. .

Man yaitu mengatur orang-orang yang ada di dalam organisasi. Terdiri dari bagian jurnalistik, administrasi (transportasi, SDM,iklan, pemasaran (loyal terhadap surat kabar dan surat kabar) ,perpustakaan, pracetak dan iklan.

Machine yaitu mesin atau alat yang digunakan dalam menerbitkan surat kabar dan proses pemasaran.Cth : mesin cetak, transportasi (outsourcing atau milik sendiri → tergantung kecepatan yang diperlukan)

Money yaitu menopang segala biaya produksi, namun tidak dpt berdiri sendiri tanpa unsur2 lainnya.

Dalam hal ini, manajemen persuratkabaran juga tidak lepas dari asas manajemen yaitu, Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.

Planning :

- Jenis surat kabar yang akan diterbitkan , apakah harian, mingguan, bulanan, tabloid, dsb.

- Orientasi khalayak

- SDM

Organizing : mengatur orang-orang yang ada di dalam organisasi, secara umum : membentuk struktur organisasi.

Struktur:

PT →Komisaris (pemilik modal) →Pemimpin umum →Pemimpin redaksi→-mencari berita,menulis beri

ta, menerbitkan srt kbr,re

Yayasan Pemimpin Wartawan daksional

Perusahaan (eko,pol,sos,olraga,cosmo,kshtan,dsb)

Orang2 yang ahli di bidangnya (litbang, sirkulasi, marketing,iklan, percetakan, pracetak, SDM)

Controlling :mengevaluasi atau mengawasi bagaimana jalannya “ susunan organisasi“

Misalnya : titik temu yaitu apakah proses planning sudah berjalan dengan semestinya.

Biasanya hal ini dilakukan setahun sekali, dimana menyangkut :

Analisis SWOT yaitu, strength, weakness, opportunity dan threatness

Teori yang mendasari berdirinya surat kabar adalad niche atau ceruk/celah yang mana artinya adalah adanya celah potensial dalam menerbitkan surat kabar. Walaupun sudah banyak surat kabar yang beredar, tetap ada celah yang berpotensial untuk menerbitkan surat kabar baru.

Sebagai contoh, pada saat Matra terbit tahun 1985, dimana majalah-majalah yang kala itu beredar adalah majalah yang memberikan informasi (konsep) berupa berita. Dan Matra hadir dengan menawarkan lifestyle.

Bagian atau divisi yang tidak kalah penting dalam proses pemasaran surat kabar adalah sirkulasi.

Circulation is the final deadline of newspapers. Sirkulasi adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap sampainya surat kabar ke tangan pembaca.

Dalam menjalankan tugas ini, sirkulasi biasanya bekerja sama dengan agen (agent relation). Dari agen, surat kabar diteruskan ke pengecer untuk dapat menyampaikan surat kabar tersebut ke pelanggan atau pembeli.

Divisi sirkulasi harus memiliki sistem dan membawahi sirkulasi daerah yang tujuannya mengembangkan/memperluas pemasaran. Sehingga, sirkulasi tidak hanya mengirim ke agen-agen saja tapi juga ke lapak-lapak. Kompas, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Sindo adalah beberapa contoh surat kabar yang memakai system ini.

Agen biasanya menetapkan dua sistem pembelian bagi pembeli (pengecer), yaitu konsinyasi (apabila srt kbr atau majalah yang dijual tidak laku maka dapat dikembalikan ke pusat) sedangkan sistem beli putus artinya majalah atau surat kabar yang tidak laku, tidak dpt dikembalikan ke pusat, contohnya, majalah2 terbitan gramedia.

Semakin besar sirkulasi akan semakin banyak yang tertarik untuk memasang iklan.

IKLAN

Semakin banyak oplah yang dicetak maka harga iklan akan semakin murah dan pengiklan akan semakin banyak, sehingga pemasukan akan semakin besar dan meningkatnya kesejahteraan wartawan yang mana akan meningkatkan kredibiltas mereka yang akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kualitas berita.

Iklan menjadi pemasukan yang sangat penting bagi media cetak. Karena keuntungan dari hasil penjualan tidak terlalu banyak. Maka, biasanya bagian marketing akan menggunakan beberapa strategi dalam menarik minat pengiklan.

Dalam usaha menarik pengiklan perusahaan menggunakan dua strategi yaitu space promotion dan copu promotion. Space promotion adalah memanfaatkan ruang halaman dengan mengangkat tema tertentu sehingga menarik minat perusahaan yang relevan dengan tema tersebut untuk meamsang iklan. Sedangkan copy promotion adalah menutup oplah.

Namun ada kelemahan atau keterbatasan media surat kabar sebagai media untuk memsang iklan. Antara lain:

- Pembaca biasanya hanya menghabiskan waktu rata-rata 20-30 menit per Koran.

- Untuk mengefektifkan kampanye misalnya, iklan yang menarik pembaca adalah iklan dengan ukuran besar, warna, dsb sehingga membutuhkan biaya yang mahal.

- Umur Koran yang pendek.

- Kualitas Koran yang tidak sebagus majalah.

Pangsa pasar iklan yang paling besar berbeda di tiap-tiap Negara tergantung kebijakan-kebijakan (ekonomi) negara tersebut. Misalnya, di Malaysia perusahaan rokok adalah pangsa pasar iklan terbesar, sedangkan di Singapore perusahaan rokok dilarang membuat iklan.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pengiklan dalam mengambil keputusan untuk memasang iklan di surat kabar, antara lain:

- Biaya iklan

- Apakah orang-orang akan membaca, mendengar atau melihat media tersebut

- Apakah isi media relevan dengan produk yang akan mereka tawarkan atau iklankan?

- Dapatkah media tersebut mengkomunikasikan iklannya dengan efektif?

TATA LETAK SURAT KABAR

Dalam penulisan berita surat kabar, ada berbagai tata letak (layout) , antara lain :

* Functional Layout

Tata letaknya berubah-ubah setiap hari. Penempatan gambar, berita, headline, besar headline tergantung kapasitas halaman yang tersedia. Umumnya satu halaman berisi maksimal 6-7 berita.

* Circus Layout

Tata letak yang tidak beraturan. Dapat terjadi berbagai berita dengan satu headline.Wujud ketidakaturan itu juga tercermin dalam judul dengan penggunaan croosline, dropline, plus web, center point secara bersamaan. Juga pemakain banyak huruf dan jenis ( font).

* Horizontal layout

Tata letak yang disusun secara horizontal. Biasanya ke bawah dari samping.

* Quadran layout

Tat letak penulisan dengan membaginya menjadi empat bagian. Setiap bagian terdiri atas tema tertentu.

* Simetris

Tata letak yang disusun secara seimbang

* Asimetrikal

Tata letak yang kontras dan tidak menyerupai simetris

* Vertikal

Pola tata letak yang menyerupai verital.

Selain itu, ada juga media yang menggunakan tipe Guttenberg. Yaitu pada hal pertama, disusun berita mulai dari hard news hingga diakhiri dengan soft news. Tipe ini sering juga dikenal dengan tipe z karena menyerupai huruf Z.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan liat-liat

silahkan liat-liat