Minggu, 11 Oktober 2009

TIPOGRAFI DAN GRAFIS

Ada apa dengan tipografi dan grafis?

Untuk sukses di zaman sekarang, seorang desainer grafis atau art director harus memahami semua fase komunikasi. Mereka adalah bagian dari suatu usaha memulai sebuah komunikasi yang total, kita harap, dengan adanya peningkatan klien, image perusahaan yang efektif, dan desain produk yang dikenal dan berakhir pada konsumen hingga mau mengeluarkan uang dari sakunya untuk membeli produk tersebut. Diantaranya adalah penulis iklan,art director, ahli pengemasan, penjualan dan bagian promosi, dan masih banyak lagi. Masalah yang ada dalam usaha pencapaian komunikasi yang total bagi tiap-tiap orang yang terlibat adalah ketika memikirkan caranya masing-masing dalam menemukan kunci untuk memasarkan dan menjual produk tersebut. Para ahli dalam proses komunikasi tersebut hanyalah tidak memahami satu sama lain, dan hal ini menyebabkan gangguan dalam komunikasi antara setiap individu yang seharusnya tidak hanya memiliki kecermatan untuk mengetahui fungsi dari masing-masing di antara mereka, namun juga sikap hormat atas kontribusi diantara mereka. Kesukesan kita adalah melihat kenyataan bawa kita telah membuat bisnis kita menjadi dikenal oleh orang banyak dalam setiap area komunikasi. Kita tahu betapa pentingnyasebuah desain kemasan terhadap perancang atas keefektifan iklan. Apabila dorongan sebuah iklan berhasil menarik seorang pelanggan datang ke supermarket, desain kemasan produk yang kurang baik dapat dengan cepat mematikan penjualannya tidak peduli seberapa ulung iklan yang dibuat. Dan, sebaliknya, kemasan yang baik akan membuat iklan terlihat baik pula. Hari kevakuman para pekerja pun berakhir. Kita dapat memprediksikan bahwa dalam 10 tahun ke depan tim komunikasi total ini yang berada dalam agensi periklanan atau yang disewa oleh agensi tersebut akan mengambil alih semua fungsi-fungsi tersebut-poin penjualan pameran, pengemasan, desain produk, desain perusahaan, grafis arsitektural,dsb-yang merupakan lahan bagi para ahli dan menggunakan metode-metode tingkat tinggi dan memuaskan mereka untuk menghasilkan pekerjaan pemasaran yang jauh lebih efektif bagi para pelanggan mereka. Saya telah melakukan kesepakatan yang baik atas pemikiran tentang anak muda akhir-akhir ini, anak muda dalam bisnis dan anak muda sebagai konsumen. Saya telah dengan enggan muncul pada kesimpulan bahwa desainer muda sekarang sangat tertarik untuk dapat dengan cepat menjadi kaya, dimana mereka tidak memiliki latar belakang atas semua fase komunikasi dan pemasaran, sesuatu yang menjadi lapangan permintaan kita. Di sisi lain, anak muda menjadi kalangan pembeli yang sangat besar jumlahnya. Kalangan muda-dewasa terdiri dari 35 % dari populasi kita. Kita harus mendesain bagi orang-orang yang berumur 25 tahun ke bawah untuk dijual. Orang-orang muda ini sangat tajam, berpendidikan lebih baik, dibandingkan generasi lainnya dalam sejarah manusia. Mereka mengubah semua aturan dalam hal pencapaian kesuksesan penjualan. Coba lihat kembali beberapa tahun terakhir apa yang terjadi pada busana pria, dalam industry otomotif dan industry hiburan oleh karena anak muda. Para desainer juga harus memahami perubahan yang terjadi dalam masyarakat sekarangd an dapat meresponnya dengan kreatif. Kita harus dapat menjadi makhluk atas perubahan waktu. Komunikasi saat ini berbicara dengan dirinya sendiri sebagai monolog saat dimana seharusnya mereka berbicara secaar dialog. Hanya ada sedikit tempat sekarang bagi sudut pandang yang sempit akan desain grafis. Pada kenyataannya desain telah dikesampingkan oleh komunikasi dan itu adalah dunia dimaan kita semua bekerja sekarang. Pernyataan dan prediksi tersebut diungkapkan oleh Herb Lubalin 10 tahun ayang lalu, sebagai presiden International Academy of Communications Art and Sciences. Kenyataannya yang berfungsi dari bagain tubuhnya hanyalah otaknya. Adalah jelas bahwa bakat Lubalin sangat unik. Kau tidak dapat belajar ini dari sekolah, ceramah, teks bahkan dengan menelan semua materi dari U&Ic. Dia memiliki radar yang khusus untuk melihat lebih dalam suatu masalah. Dia menangani semua masalah desain mulai dari kepa surat sampai interior, selama bertahun-tahun dia telah tidak terlepaskan dari godaan tipografi dan bentuk huruf. Pria yang kesulitan berbicara ini adalah seorang pecinta bahasa.

Sebelum masa Perubahan Besar

Saat itu adalah pertengahan musim panas tahun 1962 dalam departemen editorial Daily Times.

Daily Times adalah tipikal surat kabar yang diedarkan bagi masyarakat Amerika yang tinggal di kota kecil dan staf-stafnya bekerja dengan sangat keras karena sudah 30 menit menjelang deadline.

Salah satu reporter merekam cerita dengan bantuan penulis. Dia sudah mempersiapkan tiga diantaranya yang disetujui dalam rapat dewan malam sebelumnya dan halaman kopiannya bertaburan di meja tulisnya.

Di bagian sudut, dikelilingi oleh mesin teletip, adalah editor, memutar beberapa potong kertas kuning yang ditutup dengan lubang kecil yang dihasilkan oleh mesin pembuat lubang.

Pengedit dengan kabel akan mengubah cerita yang telah dicetak dan menulis bagian penting dengan pensil pada secarik kertas salinan. Lalu dia akan mengirimkan artikel- salinan cetakan, kepala berita, pita rekaman- ke ruang penyusunan. Kepala berita akan dikirim ke “floorman” yang akan menyusunnya dengan mesin Ludlow yang membuatnya dengan buatan bahan logam yang dapat dileburkan. Salinan yang tercetak akan digunakan oleh korektor untuk mengoreksi bagian yang eror.

Kembali ke ruang penyusunan, susasan di dalam sangat gaduh. Mesin Linotip yang setinggi 7 kaki berbunyi berdentum dan gemerincing. Orang-orang saling sibuk diburu oleh pekerjaan seperti mengawasi potongan bahan logam, membuat jenis kepala berita dan menggunakan rute untuk memangkas bagian pembuatan ilustrasi yang tidak diinginkan.

Yang lainnya menempatkan semua potongan logam dengan sesuai.

Sementara itu, kembali ke bagian editorial, reporter telah menyelasikan hasil cerita yang merka dapat. Dia menarik salinan halaman terakhir dari penulisnya dan mengantarkannya ke editor.

Editor salinan duduk di bagian yang disebut “slot” atau “lubang”. Dia berada di tengah meja tulis yang berbentuk U, dan 4 orang pembaca salinan berada di lingkaran atau di sudut luar meja tulis tersebut, sibuk membuat koreksi dan menulis bagian penting dari cerita tersebut.

Editor salinan tersebut melihat salah seorang pembaca tersebut telah selesai mengubah cerita, maka ia melemparkan bagian yang terakhir muncul kepada direksi sebelum diserahkan ke ruang penyusunan.

Sebelum menangani cerita tersebut, editor telah membuat area diagram, ini akan menjadi model, sebuah sketsa miniatur dalam sebuah halaman surat kabar. Orang yang bekerja untuk memulas akan menggunakannya untuk mengarahkan dia dalam meletakkan halaman-halaman tersebut secara bersamaan di Koran.

Ketika semua bekerja dalam kantor untuk menyusun surat kabar, selanjutnya rekan di humas akan mengkonsultasikan bisnis untuk merenungkan masa depan mereka. Mereka telah membuka kantor dan bisnis yang ada sangat lambat. Mereka mengasumsikan bahwa pekerjaan mereka akan menyediakan publisitas bagi klien yang mereka dapatkan dalam komunitas masyarakat. Ini adalah pemikiran para humas. Mereka menemukan betapa salahnya mereka.

Kedua partner tersebut memiliki beberapa pengalaman di bidang media. Salah satunya telah menjadi reporter Daily Times selama 3 tahun. Dia telah menangani politik kota. Yang lain adalah staf skandal public pada stasiun tv local. Mereka berpikir bahwa mereka tahu semua yang mereka perlukan untuk menangani tugas-tugas atas pengoperasian humas.

Mereka adalah editor dan penulis yang baik. Mereka mengerti media dan apa yang diperlukan oleh editor dan pimpinan berita. Mereka memiliki banyak koneksi yang baik dalam komunitas-komunitas.

Namun, mereka dengan cepat menemukan bahwa mereka akan dibutuhkan untuk melakukan lebih lagi disamping pers. Klien-klien mereka ingin mereka untuk member nasihat atas pertanyaan kebijakan, menemukan apa yang dipikirkan para pekerja tentang organisasi mereka, dan mengevaluasi pendapat komunitas.

Dua klien yang potensial memilki proyek khusus. Yang satu menginginkan majalah atau laporan berkala bulanan. Yang lain menginginkan laporan berkala dua bulanan untuk anggota dan pelanggannya.

Keduanya memiliki masalah dalam bagaimana memulai untuk mempublikasikannya dan bekerja dalam pencetakan.

Pencetakan akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan seperti :

“Akankah kita menyusun pola badannya 8 pada 10 atau 9 apad 11?”

“ Apakah suka memakai aturan Oxford untuk kotak kepala surat kabar?”

“ Apakah ingin dicetak dengan mesin 60 pon atau menurutmu 70 pon justru lebih baik?”

Zaman Perubahan Besar

Sekarang sudah 20 tahun di depannya.

Di Daily Times sudah banyak perubahan. Suara-suara yang agduh dan berisik sudah tidak ada lagi. tReporter mengetik cerita mereka dengan memperlihatkan sambungan. Salinan kabel memuntahkan secara terus menerus dengan cepat lewat mesin kabel tersebut.

Ketika reporter menyelesaikan cerita mereka , mereka akan menekan kode yang membuat cerita tersebut hilang dari layar lalu disimpan dalam computer .

Meja tulis berbentuk U sudah lenyap. Begitu pula dengan pembaca salinan. Tapi editor salinan masih ada. Dia duduk di depan pangkalan pengubahan. Ketika dia mau berita dia akan mengetik kode lalu berita akan muncul di layar editing. Dia akan menjiplak berita tersebut dan membuat perubahan- secara sederhana dengan mengirimkan instruksi ke computer.

Dia juga akan mengeluarkan kepala berita lalu menginstruksikan computer akan ukuran dan gaya yang akan dipakai. Saat semuanya sudah sesuai dengan apa yang ia inginkan, dia akan menginstruksikan computer untuk mengaktivasikan perlaatan susunan jenis tulisan.

Kembali ke ruang penyusunansemua penyusunan jenis huruf yang tidak praktis dan peralatan untuk mempercantik halaman sudah hilang. Lantainya juga sudah memakai karpet. Orang-orang memotong carikan kertas dengan salinand an kepala berita tercetak paad mereka. Salinan tersebut muncul dari peralatan penyusunan yang diaktifkan dengan computer.

Ketika halaman sudah melewati ruangan penyusunan, alalu akan diambil gambarnya dan sebuah wadah akan dibuat bagi penggantian kerugia n pers yang menggantikan pers lama yang dikeluarkan Daily Times beberapa tahun yang lalu.

Apa yang diletakkan editor di computer adalah apa yang akan dibaca oleh pembaca nantinya. Di daily Times. Editor sudah menjadi bukan hanya sebgaai editor, namun juga penyusun jenis tulisan, korektor, pembuat tipografi, dan orang yang mempercantik halaman. Editor dengan jelas sekarang perlu tahu jauh lebih banyak lagi tentang tipografi dan grafis.

Revolusi dalam Komunikasi.

Dalam 2 dasawarsa yang lalu, sebuah revolusi telah menyapu bersih editorial, humas dan kantor periklanan menyeberangi Amerika. Revolusi ini telah melanda dunia komunikasi percetakan dan telah berubah praktis, beberapa dari mereka kembali ke jaman 400 tahun sebelumnya, dan cara dimana komunikator mengerjakan pekerjaan mereka.

Seperti semua perubahan, ada perlawanan sementara yang terjadi. Masih ada yang enggan untuk berhubungan dengan teknologi baru. Namun banyak yang menemukan bahwa teknologi baru telah menyediakan peralatan dalam melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan memuaskan.

Tidak terlalu lama sebelumnya, prinsip metode menghasilkan bahan cetakan dengan jenis logam, pengukiran, pinggiran, ornament dan cetakan. Semuanya yang tercetak disusun dan dirangkai untuk menjadi dimensi yang sangat tepat.

Perubahan lain yang terasa dramatic adalah banyak komunikator yang menemukan dirinya berfungsi sama baiknya dengan penulis. Mereka, sama seperti staf di Daily Times, harus membuat keputusan dalam hal ukuran dan jenis huruf, spasi, peletakan elemen, dan semua hal yang bersangkutan dengan grafis yang dulunya ditangani oleh departemen produksi. Komunikator menjadi penyusun komposisi yang sama baiknya dengan penulis yang turut mengoperasikan computer dan perlengkapan elektronik yang mana memindahkan ruang penyusunan ke editorial.

Komunikasi saat ini dan di masa depan, dengan segala perlengkapan elektronik yang lengkap, juga menjadi kompositor, pembuat layout, orang yang dapat mempercantik halaman- kesemuanya itu tanpa meninggalkan atribut perlengkapan elektronik.

Hasilnya, banyak orang yang berada dalam industri komunikasi cetak, tidak hanya akan menghadapi materi penulisan dan pengubahan sekaligus, namun juga membuat keputusan dalam memusatkan proses pencetakan yang didukung oleh materi-materi tersebut dengan baik. Apabila mereka tidak dapat menguasai teknik grafis, maka tulisan dan kemampuan grafis mereka akan hilang dalam hasil produk akhir dan menyebabkan pembaca tidak tertarik untuk mengambil dan membaca karyanya.

Serangan dalam Komunikasi

Situasi menjadi semakin sulit di akhir abad 20. Warga yang sibuk bisa tidak memiliki waktu atau kecenderungan untuk tertarik pada materi yang rumit. Desain yang buruk, tidak rapi, akan disingkirkan saja. Masih terlalu banayk hal lain yang lebih menarik dan atraktif untuk diperhatikan.

Kita diserang secara komunikasi oleh bunyi radio saat bangun pagi dan diakhiri dengan tidur-tiduran did epan televise malamnya. Penenliti menaksir bahwa rata-rata masyarakat diserang antara 1500 sampai 1800 pesan setiap harinya. Persaingan dalam merebut perhatian kita sangat hebat.

Di samping itu, kita adalah hasil dari era televise. Komisi Nasional atas Penyebab dan Pencegahan atas Korban melaporkan anak-anak muda Amerika menghabiskan waktu sepertiga sampai setengah dari seluruh kegiatan mereka dengan menonton televise. Seorang anak, mereka mencatat, mengikuti sekolah rata-rata 980 jam setahun dan menonton televise 1340 jam setahun.

Sebuah studi oleh John C. Schweitzer di Universitas Indiana, melaporkan di Asosiai Penerbitan Surat kabar Amerika, “Penelitian Berita untuk Surat kabar yang Lebih baik”, bahwa mayoritas pembaca surat kabar Amerika menghabiskan kurang dari 30 menit per hari dengan Koran mereka. Banyak orang disurvey mengatakan mereka hanya seiklas saja memandang Koran tersebut.

Penelitian juga dilanjutkan oleh Organisasi Roper antara 1959 dan 1972 yang menunjukkan perkembangan reliansi televise oleh banyak orang Amerika. Pada tahun 1963, televise menyusul surat kabar sebagai sumber yang paling besar bagi masyarakat dalam memperoleh berita tentang dunia, dan televise telah menjadi media yang dapat dipercaya terbesar pada tahun 1961. Tahun 1972, 56 persen orang yang disurvey oleh Roper mengatakan jika mereka hanya dapat menyimpan satu media saja mereka akan mengatakan televise. Surat kabar akan digunakan oleh 22 persen, dan hanya 5 persen yang akan menyerah terhadap media lain dan memilih majalah.

Pada musim 1981, poling Gallup menunjukkan bahwa 71 persen orang percaya bahwa jaringan televise melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menghasilkan keakuratan, berita yang tidak memihak dibandingkan yang lainnya. Jajak pendapat mengungkapkan bahwa televise local membuat rating TV jauh lebih tinggi dalam memperoleh kepercayaan public dibandingkan media cetak (69 persen bagi TV local, 66 persen unruk majalah berita dan 57 % pada Koran).

Waktu telah berubah sejak Will Rogers mengatakan, “ Semua yang saya tahu adalah apa yang saya baca dari Koran “

Yang penting adalah, apabila seseorang bekerja dalam komunikasi maka selalu ada tantangan. Audiens akan terpikat oleh bentuk-bentuk komunikasi yang lain. Di samping itu, komunikator harus bekerja keras untuk mengajak audiens memilih salah satu pesan yang menarik perhatian. Ini hanya tidak mungkin bagi semua orang untuk menguji pesan tersebut. Beberapa akan diseleksi dan beberapa akan ditolak.

Banyak komunikasi yang terncam oleh orang-orang yang menganggap bahwa surat kabarnya tidak bernilai. Mereka dapat dengan langsung dilempar ke keranjang sampah. Namun, di sisi lain, banyak juga informasi yang penting juga dapat dilempar karena memiliki penulisan dan penjelasan yang buruk.

Beberapa komunikasi gagal mencapai target mereka karena mereka tidak dikemas dengan menarik. Mereka tidak membuat inisial kontak, ar=tau jika mereka pun melakukannya, pembaca dengan cepat akan kehilangan ketertarikannya karena isi atau tipografi yang buruk.

Banyak komunikator yang beralih ke ahlinya untuk membantu mereka dalam menghasilkan cetakan yang dipresentasikan dengan baik.Tidak ada yang salah dengan hal ini. Apabila komunikator dapat memanfaatkannya maka bantuan desainer akan menjadi investasi yang sangat bernilai.

Beberapa desainer terlatih dalam menempatkan elemen-elemen secara atraktif dan pengaturan yang dapat emnarik perhatian namaun tidak terlatih dalam menghasilkan karta-kata untuk membentuk komunikasi yang efektif. Banyak bahan yang mereka hasilkan memang menarik namun tidak layak dibaca. Banyak komunikator yang memilih untuk bekerja sama dengan orang yang berpusat pada desain dapat memiliki masalah dalam usaha menjelaskan tentang aturan yang dipakai atau model yang salah atas jenis yang dipakai yang mungkin menarik tapi menghancurkan kekuatan pesan tersebut untuk dibaca.

Sebagai contoh, beberapa jenis model memperlihatkan citra psikologis atau menciptakan mood namun tidak dapat dibaca. Huruf tebal, pinggiran yang berat sepanjang sisinya, warna yang terang hingga menghasilkan kontras namun malah membuat pembaca menggosok mata mereka hingga letih. Garis dari semua huruf besar disusun dengan Huruf Hitam ( juga disebut jenis Text dan lebih umum dengan midsomer Old English ). Halaman yang penuh dengan jenis yang dapat dibalik (huruf puti pada latar hitam) dapat ditemukan di majalah. Lebih sering daripada tidak, pembaca akan melewatkan pesan itu daripada harus mengambil masalah dengan usaha memahaminya.

Pengetahuan akan bagaimana semuanya dapat disusun dengan pas bersama dibutuhkan sebelum sebuah komunikasi sudah layak untuk dikeluarkan.

Komunikasi yang Sempurna

Sebuah komunikasi yang komplit terdiri dari 5 bagian: pengirim, pesan, system pengiriman ( media), audiens,atau penerima, dan terakhir, beberapa cara untuk memastikan komunikasi tersebut diterima dan dimengerti. Komunikator menyebut bagian ini dengan umpan balik. Tinggalkan yang mana saja dari bagian ini maka komunikasi bisa menjadi tidak efektif.

Dengan model tersebut, mari kita lihat bagaimana grafis dan tipografis cocok. Tidak peduli jenid komunikasi cetak yang direncanakan, ini tidak akan mengerjakan tugasnya jika tidak masing-masing elemen dalam komunikasi yang komplit ini melakukan tugasnya masing-masing.

Maka, mari kita memperhatikan lebih dekat pada model ini.

Pengirim

Pertama sebelumny, kita harus memperhatikan pengirim. Apa yang perlu diketahui oleh pengiirm untuk diletakkans ecara bersama dalam membentuk komunikasi cetak yang efektif. Pengirim juga perlu memahami alasan dalam berkomunikasi. Apakah ini untuk menjual sesuatu? Apakah ini untuk mengubah pandangan orang-orang? Apakah ini untuk menghasilkan citra akan suatu perusahaan? Apakah untuk mendapatkan tindakan dan memperolehnya dengan cepat ?

Sebelum Anda melakukan yang lainnya, olah pikiranmu akan alasan kenapa Anda melakukan komunikasi ini. Lalu, tulis itu pada kertas. Ketahui secara pasti apa yang harus diusahakan secara ulung. Ketahui secara pasti apa yang diinginkan oleh orang yang akan membaca pesan tersebut. Apabila pesan yang disampaikan tidak memiliki tujuan yang pasti, waktu dan uang akan terbuang sia-sia. Tidak ada yang akan emmberikan perhatian.

Kemudian pertimbangkan kata-kata apa yang akan membuat pembaca untuk berhenti dan membacanya.

Kata-kata sangat dibutuhkan agar pembaca dapat emngerti. Grafis dan tipografi tidak dapat menangani salinan yang tidak mencukupi. Kadang pesan yang buruk diperindah dengan tipografi yang atraktif dan grafis yang impresif. Namun itu tetap tidak akan bekerja.

Seorang penulis iklan akan ditugaskan untuk menghasilkan iklan makanan ayam. Dia tidak mengetahui apapun tentang ayam dan makanan ayam. Apa yang dia lakukan? Sebelum dia menulis segaris yang penting, dia membawa ayam dan merawatnya di dapur.

Pembuat tipografi dan desainer, juga harus tahu subjek dari apa yang mereka pusatkan untuk dilakukan seefektif mungkin sebuah pekerjaan dengan proses pada bagian komunikasi.

Tentu saja, ini adalah latihan yang khusus pada elemen pertama atas komunikasi yang komplit. Bagaimanapun, ini mengambil pusat perhatian kita, tipografi dan grafis, ked alam susut pandang kita.

Media yang mengirimkan pesan

Media- surat kabar, majalah, brosur, dan sebagainya,-dapat dianggap sebagai “saluran” untuk mengirimkan pesan. Komunikasi perlu tahu saluran yang mana yang terbaik untuk pesan yang penting. Dan mereka juga perlu tahu bagaimana mempersiapkan pesan itu sehingga menjadi bentuk yang paling efektif dari tiap saluran.

Inilah waktunya untuk mengklarifikasikan sesuatu mengenai audiens. Audiens atau penerima, atas pesan tersebut sering dihubungkan sebagai “ semua orang di luar sana”. Dalam hari-hari dimana penekanan terletak pada media massa dan komunikasi massa, filosofi komunikasi adalah ada sangat banyak audiens atas orang “di luar sana” dan komunikasi didesain untuk mencapi itu semua. Pesan bertujuan untuk untuk mencapai jumlah pembaca yangs angat banyak.

Sekarang komunikator percaya bahwa pesan yang bertujuan untuk mencapai pembaca dalam jumlah besar tidak selalu menjadi pesan yang efektif. Banyak sirkulasi massa surat kabar dan majalah semakin mundur. Media menyesuaikan pada audiens tertentu. The Wall Street Journal, mengarah pada audiens dengan ketertarikan tertentu, bisnis, telah menggantikan Daily News, tabloid The New York City yang mengarah pada daya tarik massa, sebagai sirkulasi surat kabar terbesar di Amerika.

National Geographic, sebuah publikasi yang khusus, menjadi sirkulasi ketiga terbesar di Amerika saat ini. Modern maturity, mengarah pada suatu kelompok yang spesifik, mencapai sirkulasi ke enam terbesar pada tahun 1983. Smithsonian, majaalh special lainnya, berkembang dengan sangat cepat. Reader’s Digest telah berada di puncak. Saturday Evening Post, Collier’s Life, Look, dan American,pemimpin sirkulasi di masa yang lalu telah pergi. The Post dan Life sudah melakukan penyegaran namun dengan dasar yang sangat terbatas.

Maka, mulaid ari sekarang dan seterusnya, ketika audiens didiskusikan, ini adalah “target audiens”. Ini merupakan audiens yang telah didefinisikan secara hati-hati dan ketertarikan dan pusat perhatiannya sejara s=jelas diidentifikasikan.

Mari kita kembali pada media atau saluran. Saluran adalah pengertiand ari menghantarkan pesan kepada target audiens. Ini bisa saja berupa radio, televise, kartu pos, baliho, surat kabar, laporan berkala, brosur, majalah, dsb.

Komunikasi biasanya menemukan mix komunikasi yang akan memanfaatkan beebrapa media karena pengulangan dan penguatan adalah sangat penting jika sebuah pesan memang untuk dibaca dan diingat. Pengulangan adalah kata kunci dalam komunikasi yang sukses. Ini termasuk pengulangan yang cukup atas pesan dalam medium tunggal sama baiknya dengan pengulangan yang menggunakan media lebih dari satu saluran. Komunikator yang sukses melakukan ini setiap waktu.

Tipografi dapat membantu di sini. Misalnya, penggunaan dari jenis untuk menegaskan kata kunci atau frase dalam semua komunikasi cetak dapat menguatkan pengaruh atas kata-kata ini atau meningkatkan daya ingat aknnya. Menggunakan desain garis pinggir yang sama pengenalan sebuah tema. Penggunaan tipe yang sama pada pesan akan membantu pembaca menyadari pesan.

Komunikator juga harus sepakat dengan dua jenis h=gangguan yang dapat mempengaruhi pesan. Gangguan adalah apapun yang mengganggu selama pesan bergerak menuju targetnya. Ada dua jenis gangguan dalam komunikasi yaitu : gangguan semantic dan gangguan saluran.

Gangguan semantic meliputi kata-kata yang dipilih bagi pesan. Saat komunikator menggunakan kata-kata yang target audiensnya tidak mengerti, gangguan semantic tercipta. Ketika kata-kata yang digunakan memiliki pengertian yang berbeda oleh target audiens dari komunikator, gangguan semantic mengubah pesan tersebut. Misalnya, apabila kantong kertas disebut “colek” di Ohio selatan, banyak orang yang akan tahu artinya ini. Namun apanila kata ini dgunakan di daerah barat, komunikasi mungkin tidak akan etrjadi. Gangguan semantic akan mengganggunya.

Gangguan saluran terjadi saat ada masalah dengan medianya sendiri. Ketika radio statis atau gambar kabur di TV, gangguan saluran terjadi. Saat ada tipografikal yang eror, garis pinggir yang mengganggu mata pembaca, cetakan halaman yang buruk, dan/atau jenis yang sulit untuk dibaca, maka gangguan saluran media cetak mengganggu proses komunikasi. Gangguan saluran terjadi saat layar fotografi digunakan pada kertas bertekstur dan detailnya tidak dicetak dengan tajam. Ini terjadi ketika keselarasan layout dihancurkan dengan susunan huruf tebal, tipe sans serif dengan tipe Roman old-style.

Pengetahuan tentang tipografi dan penggunaan elemen desain yang sesuai akan membantu komunikator mengeliminasi gangguan saluran dan komunikasi akan lebih efektif.

Penerima

Salah satu rahasia dari komunikasi yang efektif adalah realisasi pada bagian pengirim pesan bahwa kita adalah peradaban dari daya tarik yang berbeda, peningkatan spesialisasi, dan kelompok-kelompok yang terbawa secara bersama karena ketertarikan yang umum.

Jadi ada banyak yang seharusnya kita ketahui tentang target audiens. Apa yang menjadi daya tarik dan pusat perhatian? Seperti apakah itu? Apakah karakter fisik dan psikologisnya? Apakah gaya hidupnya?

Apabila target audiens, misalnya, adalah tipe outdoor, maka tipe wajah dan ilustrasi yang dapat dipilih adalah dengan pesan “ ini untuk anda”. Apabila target audiens merupakan orang-orang dengan artistic yang tinggi, dan tertarik dalam estetika. Ilustrasi dan pinggiran dapat disusun untuk menyerukan mereka dan mempengaruhi yang lainnya bahwa apa yang dikatakan adalah bukan untuk mereka.

Komunikator juga perlu mengetahui media atau saluran apa yang biasa dibaca, silihat dan dipercaya oleh target. Saluran yang tidak dipercaya harus segera dikenali dengan baik. Jika target audiens tidak percaya pada saluran yang harus Anda pakai, Andai mungkin perlu mengganti tipografi dan grafik yang sekarang untuk mengganti citra saluran sehingga rasa percaya tersebut dapat dibangun.

Namun, apabila si penerima tidak yakin dengan klien komunikator, tidak banyak tipografi yang impresif atau terang yang kaan membuat pesan tersebut diterima.

Walapun demikian, ini adalah mungkin, bahwa memperhatikan pilihan kata-kata dan penyusunan jenis dan artistic halaman, dan bahkan pilihan yang tepat akan kertas, dibelakangi oleh performans yang berkualitas, dapat memulai untuk membalikkan citra yang buruk.

Umpan Balik adalah sangat penting

Akhirnya komunikasi yang komplit harus memiliki cara dalam membuat pengirim mengetahui bahwa kata tersebut sudah dikeluarkkan, bahwa itu sudah diterima dan dimengerti oleh target audiens. Sebuah komunikasi harus memiliki ketentuan dalam membiarkan komunikator tahu bahwa pesan telah mengenai target. Komunikasi yang komplit harus dibaca, dipahami dan menghasilkan tindakan.

Penerbit surat kabar, misalnya, perlu tahu apakah pembaca secara actual membacanya. Umpan balik adalah suatu keharusan. Ini dapat diperoleh dengan memperhatikan sirkulasi dan persaingan-persaingan yang ada. Ini dapat diperoleh dengan komunikator langsung ke lapangan dan berbicara langsung dengan para pembaca. Dan ini juga dapat diperoleh dengan penelitian.

Umpan bailk adalah penting bagi tipografi dan juga desain. Selama bertahun-tahun, ini telah menjadi hukum yang tidak tertulis bahwa publikasi seharusnya disusun agar semua periklanan ikut tersentuh oleh bahan editorial. Tau, setidaknya, setiap usaha haruslah dibuat untuk melakukan hal-hal tersebut. Teorinya adalah bahwa orang-orang yang membaca isi suatu majalah atau surat kabar akan lebih senang suka melihat iklan apabila mereka secara langsung berdekatan dengan artikelnya.

Penelitian, atau umpan balik, kemudian mengungkapkan bahwa dekatnya materi editorial dengan iklan memiliki sedikit atau tidak ada pengaruhnya dalam menekan kekuatan iklan.

Ada banyak cara untuk memperoleh umpan balik. Ini harus diperoleh pada tiap-tiap dan setiap waktu saat komunikasi diikuti. . Penjelasannya sangat bernilais ekarang sama seperti 175 tahun yang lalu. Di “jaman grafik” ini dapat dikirimkan kepada semua elemen yang terlibat dalam komunikasi visual. Dia menulis : “ Semua pekerjaan tipografi…adalah untuk mengkomunikasikan imajinasi tanpa hilang dari cara pemikiran atau gambar yang termasuk untuk dikomunikasikan oleh penulis”. Dia menjelaskan apabila target ini sudah dicapai , komunikator perlu tahu sesuatu tentang jenis, proses mencetak, kertas, ilustrasi warna, dan desain.

Maka kita akan melihat bagaimana menyusun ini semua secara bersamaan untuk menghasilkan bacaan surat kabar yang lebih baik, hidup dan majalah yang atraktif dan sebagai komunikasi publik yang dapat membuat orang terhenti, membaca dan bertindak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan liat-liat

silahkan liat-liat